| Kata KBRI : Tak Ada Pencekalan Terhadap Rizieq. Jurus Play Victim Salahkan Pemerintah Gagal Total |
Sulit dipercaya, mengingat banyaknya drama yang menghiasi pemberitaan soal Rizieq, tapi tak ada satu pun yang masuk akal. Dan sekarang kebenaran mulai terungkap. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Arab Saudi telah membantah laporan mengenai pencekalan atau pembatasan pergerakan Rizieq di negara tersebut.
"Soal pencekalan KBRI belum menerima nota verbal pemberitahuan dari Saudi," kata Duta Besar RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel seperti diberitakan CNNIndonesia. Pihaknya masih menunggu informasi dari pihak Saudi karena yang tahu izin tinggal/visa masih berlaku atau tidak adalah otoritas Saudi.
Dan juga menjadi jelas kalau pihak Saudi yang berwenang mengeluarkan pencegahan warga asing untuk keluar dari negaranya.
"Sampai hari ini KBRI belum terima nota resmi dari Kementerian Luar Negeri Saudi. Kalau ada WNI kita ditangkap atau kena masalah hukum, pasti Saudi kirim nota ke KBRI," ujar Agus.
Sebelumnya, juga dikatakan kalau Rizieq sudah tidak bisa lagi berceramah di depan umam dalam skala besar. Kabarnya, Rizieq juga sempat diperiksa oleh kepolisian Saudi meski hal itu belum terkonfirmasi.
Agus mempertanyakan klaim tersebut karena meski tak terlibat masalah hukum, seluruh warga asing, termasuk korps diplomatik di Saudi, sulit untuk berorganisasi, apalagi mengumpulkan massa. Selain itu, ceramah di Saudi tidak sebebas di Indonesia kegiatan itu dilakukan di dalam kompleks KBRI.
Beda negara beda aturan, bro. Mungkin Rizieq di Indonesia bisa bebas dan seenaknya pidato, tapi di Arab Saudi beda.
Selain itu, Kapitra Ampera mengatakan tidak ada pencekalan kepada Rizieq Shihab di Arab Saudi. Menurutnya definisi pencekalan tidak berlaku bagi warga negara asing yang ingin pergi dari negara yang sedang dikunjunginya.
Kapitra mengaku sempat berkomunikasi dengan Rizieq pada kunjungannya ke Saudi pada 15 September lalu dan mengatakan tidak ada aksi pencekalan. Akan tetapi tempat tinggal Rizieq di Saudi sering didatangi oleh petugas kepolisian setempat karena adanya investigasi bahwa ada kumpulan massa yang mereka anggap mengarah pada politik.
Selain itu Kapitra mengatakan ada alasan lain kenapa kediaman Rizieq sering diawasi aparat. Menurutnya alasannya adalah pada perbedaan mazhab. Mazhab Hambali di Saudi tidak mengenal syariat tahlilan atau shalawatan yang kerap dilakukan Rizieq.
Kapitra mengatakan tidak menemukan bukti ada intervensi dari dalam negeri terhadap Rizieq Shihab seperti yang sebelumnya dituduhkan.
Sudah cukup penjelasannya? Kalau masih belum dan masih ngeyel juga, mungkin itu adalah pendukung gerombolan sebelah yang tak mau tahu, pokoknya harus ada kambing hitam.
Jika memang tidak ada pencekalan terhadap Rizieq, kenapa kelompok sebelah berani mengatakan itu? Dan kenapa mereka berani memancing isu kalau ada intervensi dari dalam negeri untuk mencekal Rizieq? Bisa dikatakan Rizieq diawasi karena ulahnya sendiri, kan? Seperti yang dikatakan, beda negara beda aturan. Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.
Hanya ada satu kesimpulan mengenai ini. Pemerintah akan dijadikan kambing hitam soal ini. Dengan adanya isu ini, akan terbentuk opini kalau pemerintah sedang menyalahgunakan kekuasaannya untuk mencekal Rizieq. Terbentuklah opini kalau pemerintah sewenang-wenang, otoriter, tidak adil, dan bla bla bla. Pemerintah diframing sebagai sosok antagonis. Mereka mungkin sedang play victim yang artinya harus ada kambing hitam yang ditunjuk.
Apakah ini ada kaitannya dengan politik. Tak tahu juga, Ya silakan nilai sendiri. Pemerintah dari dulu sudah dicap sebagai tukang kriminalisasi ulama. Sejak kasus Ahok, skalanya perlahan tapi pasti semakin membesar. Isu ini dimainkan untuk merontokkan wibawa pemerintah agar terbentuk opini kalau pemerintah anti ulama.
Tapi untungnya kebenaran akan selalu terungkap. Pernyataan KBRI sekaligus membuat semuanya gagal total.
Dan satu lagi, dalam proses istikharahnya (bukan hasil ijtima kayak sebelah) selama beberapa pekan, Yenny Wahid, putri Gus Dur akhirnya memutuskan untuk mendukung capres dan cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sebuah berita yang melegakan.
Bagaimana menurut Anda?
https://nasional.tempo.co/read/1130389/rizieq-shihab-gagal-ke-malaysia-kapitra-ampera-tidak-dicekal
https://m.cnnindonesia.com/internasional/20180926082019-120-333241/kbri-sebut-tak-ada-pencekalan-rizieq-shihab-di-arab-saudi#